Berita  

Tokoh Muda Muslim Papua Serukan Waspada Provokasi: Jangan Biarkan Momentum HUT RI Ditunggangi Kepentingan Kelompok

JAKARTA — Tokoh muda Muslim Papua Takbir, mengimbau seluruh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun ajakan provokatif yang berpotensi memecah persatuan. Menurutnya, momentum Agustus yang seharusnya menjadi ruang memperkuat nasionalisme dan persaudaraan justru berisiko dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk membangun keresahan dan memperuncing perbedaan di tengah masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan menyikapi munculnya informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa pada Agustus 2026 yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang memiliki sikap berseberangan dengan pemerintah maupun kelompok lainnya. Situasi tersebut dinilai perlu dicermati secara kritis, terlebih rangkaian kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang memiliki nilai historis dan emosional kuat bagi masyarakat. Setiap ajakan aksi, narasi, maupun informasi yang beredar perlu diverifikasi agar masyarakat tidak menjadi sasaran mobilisasi berbasis informasi yang belum tentu benar.

Takbir menilai perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun penyampaian aspirasi harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak berkembang menjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban umum. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap memiliki ruang dalam demokrasi, tetapi tidak boleh dimanfaatkan sebagai alasan untuk menyebarkan kebencian, provokasi, maupun narasi yang mendorong masyarakat saling berhadapan.

“Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif serta tidak terlibat dalam aksi-aksi yang berpotensi mengganggu persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pemuda dan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi objek mobilisasi, melainkan mampu menjadi kelompok yang kritis dalam memilah informasi, memahami konteks persoalan, serta mempertimbangkan dampak setiap tindakan terhadap masyarakat luas.

Lebih lanjut, Takbir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya menunggangi momentum HUT ke-81 RI untuk kepentingan politik, kelompok, maupun agenda tertentu yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Menurutnya, semangat kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman, bukan dijadikan titik masuk untuk memperbesar polarisasi dan mempertentangkan kelompok masyarakat.

Ia berharap seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia selama Agustus 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Pemuda, mahasiswa, serta seluruh masyarakat Papua maupun daerah lainnya diharapkan mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, sekaligus tetap kritis terhadap setiap informasi dan dinamika yang berkembang. “Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan persatuan dan stabilitas yang telah dibangun bersama. Kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat Indonesia, bukan membuka ruang bagi perpecahan,” tegasnya. (RA)

Exit mobile version