Berita  

Rizki Ulfahadi Serukan Aktivisme Produktif GMH demi Jaga Kondusivitas Agustus 2026

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) Rizki Ulfahadi menegaskan komitmen organisasinya untuk turut menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sepanjang Agustus 2026. Di tengah meningkatnya dinamika sosial-politik dan beredarnya berbagai informasi mengenai potensi aksi massa, GMH mengajak mahasiswa dan pemuda untuk tidak menjadi bagian dari arus provokasi, melainkan tampil sebagai kekuatan intelektual yang mampu menjaga suasana tetap kondusif.

Menurut Rizki, momentum bulan kemerdekaan seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan memperbesar kontribusi generasi muda terhadap bangsa. Aktivisme mahasiswa, kata dia, tetap penting sebagai instrumen kontrol sosial, tetapi harus diarahkan pada gerakan yang produktif, solutif, dan memiliki basis argumentasi yang kuat. Kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian dari demokrasi, namun penyampaiannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

Rizki juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terseret informasi yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat sebuah isu dapat menyebar dalam hitungan menit dan berpotensi membentuk persepsi publik sebelum kebenarannya diketahui. Karena itu, mahasiswa harus menjadi kelompok yang mampu melakukan verifikasi, membaca persoalan secara objektif, serta menolak narasi yang sengaja membangun ketakutan, kebencian, maupun polarisasi di tengah masyarakat.

Ia menilai stabilitas Kamtibmas bukan semata-mata tanggung jawab aparat keamanan, melainkan merupakan kepentingan seluruh elemen bangsa. Mahasiswa dan pemuda memiliki posisi strategis untuk menjadi jembatan komunikasi ketika terjadi perbedaan pandangan di masyarakat. Dengan mengedepankan dialog, sikap kritis yang konstruktif, dan penghormatan terhadap perbedaan, energi gerakan mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata tanpa menciptakan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Dalam menghadapi berbagai kemungkinan dinamika sepanjang Agustus 2026, GMH mendorong seluruh kader dan jaringan mahasiswa Hidayatullah untuk tetap mengedepankan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan kebangsaan. Sikap kritis tidak harus diwujudkan melalui tindakan yang destruktif. Sebaliknya, mahasiswa dapat menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan publik, penguatan literasi digital, serta pengawasan kebijakan secara objektif dan berbasis data.

Rizki menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi bagian dari solusi, bukan memperbesar persoalan. Ia mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda untuk menjaga persatuan, menahan diri dari tindakan provokatif, serta memastikan setiap penyampaian aspirasi berlangsung secara damai dan bertanggung jawab. “Kemerdekaan harus diisi dengan karya dan kontribusi. Kritik tetap diperlukan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan dan pandangan merusak persatuan bangsa serta kondusivitas Kamtibmas,” tegasnya. (RA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *