BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Universitas Pakuan atau DPC GMNI Unpak memastikan tidak akan menggelar aksi unjuk rasa selama bulan Agustus 2026.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh pengurus DPC GMNI Unpak di Sekretariat GMNI Unpak, Kota Bogor, Jumat 7 Agustus 2026.
Menurut Alwan Ketua DPC GMNI Unpak, keputusan tersebut bukan berarti GMNI Unpak berhenti kritis. Namun di bulan kemerdekaan ini, organisasi ingin mengisi dengan cara yang berbeda.
“Kami memilih untuk tidak turun ke jalan di bulan Agustus. GMNI Unpak akan fokus pada pengabdian, diskusi publik, dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ada tiga alasan utama GMNI Unpak tidak turun aksi di bulan ini.
Pertama, Agustus adalah bulan peringatan Kemerdekaan RI. GMNI ingin merayakannya dengan kegiatan yang membangun, bukan dengan keributan.
Kedua, pengurus akan menggerakkan kader untuk program “Merdeka Mengabdi” di wilayah Bandung Raya. Kegiatannya berupa bakti sosial, kampanye Kamtibmas, dan edukasi politik ke masyarakat.
Ketiga, GMNI Unpak ingin menjaga kondusifitas Kota Bogor dan Bandung Raya agar tetap aman.
“Kami tetap akan mengawal isu-isu rakyat. Tapi caranya lewat audiensi, kajian, dan turun langsung ke masyarakat. Bukan dengan turun aksi di jalan,” tegasnya.
GMNI Unpak juga mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengisi Agustus 2026 dengan kegiatan positif dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.
“Dirgahayu Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya nyata untuk bangsa,” tutup Alwan Ketua DPC GMNI Unpak. (*/ADR)
